"naked" bukan /neɪkt/: kata -ed yang bertambah satu suku kata saat jadi kata sifat
Anda sudah hafal tiga aturan -ed: /t/ setelah bunyi tak bersuara, /d/ setelah bunyi bersuara, /ɪd/ hanya setelah t atau d. Lalu muncul naked yang tampak melanggarnya. Bentuknya seperti past participle, jadi seharusnya dibaca /neɪkt/ menurut aturan. Tapi tidak ada yang membacanya begitu. Kata ini dibaca /ˈneɪkɪd/, dua suku kata.
Aturannya tidak salah. Kata-kata ini memang tidak pernah mengikutinya — karena kata-kata ini hanya ada sebagai kata sifat.
Kelompok satu: selalu dua suku kata, karena tidak ada kata kerjanya
Kata-kata ini berakhiran -ed, tapi bahasa Inggris tidak punya kata kerja "to naked" atau "to wicked". Ini adalah kata sifat mandiri dengan akhiran /ɪd/ yang tetap:
- naked /ˈneɪkɪd/, wicked /ˈwɪkɪd/, crooked /ˈkrʊkɪd/, ragged /ˈrægɪd/, rugged /ˈrʌgɪd/, dogged /ˈdɒgɪd/, sacred /ˈseɪkrɪd/, wretched /ˈretʃɪd/
Tidak ada aturan yang perlu diterapkan di sini — cukup hafalkan sebagai satu kata utuh berjumlah dua suku kata. Karena kata-kata ini tidak pernah muncul sebagai kata kerja, pertanyaan "berapa suku katanya" bahkan tidak pernah relevan.
Kelompok dua: jebakan sesungguhnya — beraturan sebagai kata kerja, tidak beraturan sebagai kata sifat
Segelintir kata bisa berfungsi sebagai kata kerja maupun kata sifat. Bentuk kata kerjanya patuh pada tiga aturan. Bentuk kata sifatnya justru keras kepala mempertahankan suku kata tambahan yang lama:
- aged: he aged gracefully /eɪdʒd/ (kata kerja beraturan) — an aged man /ˈeɪdʒɪd/ (kata sifat, "lanjut usia", bertambah satu suku kata)
- blessed: God blessed them /blest/ (kata kerja beraturan) — a blessed day /ˈblesɪd/ (kata sifat, "penuh berkah")
- cursed: she cursed him /kɜːst/ (kata kerja beraturan) — a cursed house /ˈkɜːsɪd/ (kata sifat, "terkutuk")
- learned: I learned English /lɜːnd/ (kata kerja beraturan) — a learned professor /ˈlɜːnɪd/ (kata sifat, "berilmu tinggi")
- beloved: biasanya kata sifat sebelum kata benda, my beloved wife /bɪˈlʌvɪd/ — tapi setelah kata kerja penghubung sering kembali ke /bɪˈlʌvd/, he was beloved by all
Polanya jelas: bentuk kata kerja selalu mengikuti tiga aturan — lihat apakah bunyi sebelumnya tak bersuara, bersuara, atau sudah t/d. Bentuk kata sifat, jika mempertahankan suku kata tambahan yang lama itu, selalu mempertahankannya — tidak bisa disingkat begitu saja demi kepraktisan.
Mengapa ini terjadi
Ini adalah fosil kecil dari perubahan bunyi bahasa Inggris. Pada masa Inggris Kuno, setiap akhiran -ed diucapkan sebagai suku kata tersendiri. Seiring waktu, sebagian besar kata kerja melebur suku kata itu ke bunyi sebelumnya, menghasilkan tiga aturan yang kita kenal sekarang. Tapi sekelompok kata berfrekuensi tinggi yang menggambarkan keadaan yang berlangsung lama alih-alih tindakan sesaat mempertahankan pelafalan lama: naked (keadaan telanjang yang terus berlangsung), wicked (sifat yang melekat), aged sebagai kata sifat (keadaan tua yang berlangsung lama). Keadaan lebih tahan terhadap perubahan bunyi dibanding tindakan.
Cara menentukan
Saat menemukan kata -ed yang asing, tanyakan dua hal. Apakah ada kata kerja yang sesuai? Jika tidak (naked, wicked, rugged), hafalkan langsung sebagai kata dua suku kata. Jika ada, apakah kata ini menggambarkan keadaan yang berlangsung lama (kata sifat) atau peristiwa yang terjadi (kata kerja)? Keadaan lebih mungkin membawa suku kata tambahan yang lama; tindakan hampir selalu aman mengikuti tiga aturan.
PHONO membaca teks Inggris apa pun lewat kamera dan menandai setiap kata dengan IPA — termasuk pelafalan kata sifat yang tidak beraturan ini — lengkap dengan audio Inggris dan Amerika untuk dibandingkan.