Huruf t di "next day" hilang ke mana? Bunyi yang benar-benar lenyap
Ada fenomena yang lebih jauh dari sekadar linking dan asimilasi: sebuah bunyi tidak melemah, tidak berubah jadi bunyi lain — bunyi itu memang tidak ada. Kamu sudah cek transkripsinya, sudah dengar berkali-kali, tapi tetap tidak menangkapnya, karena kamu menunggu bunyi yang memang tidak pernah diucapkan. Fenomena ini disebut elision.
Elision berbeda dari pelemahan dan asimilasi
Pelemahan membuat bunyi lebih pendek dan lebih lemah, seperti vokal yang runtuh jadi schwa. Asimilasi membuat satu bunyi berubah jadi bunyi tetangganya, seperti t pada don't you yang berubah jadi /tʃ/. Elision lebih jauh lagi: bunyinya lenyap sepenuhnya, dan dua bunyi di sekelilingnya langsung tersambung.
Kasus paling umum: /t/ atau /d/ lenyap di antara dua konsonan
Kalau sebuah kata berakhir dengan konsonan diikuti /t/ atau /d/, dan kata berikutnya dimulai dengan konsonan lain, /t/ atau /d/ di tengah itu hampir selalu lenyap. Menyusun tiga titik artikulasi berbeda dalam waktu sesingkat itu lebih berat daripada yang dibutuhkan tempo bicara alami, jadi mulut otomatis melompati langkah tengah itu.
- next day /nekst deɪ/ → /neks deɪ/ — t lenyap di antara k dan d
- most people /məʊst ˈpiːpl/ → /məʊs ˈpiːpl/
- kept quiet /kept ˈkwaɪət/ → /kep ˈkwaɪət/
- last chance /lɑːst tʃɑːns/ → /lɑːs tʃɑːns/
Polanya jelas: konsonan + [t/d] + konsonan, dan [t/d] di tengah tetap bisu. Ini bukan malas — menyusun tiga penutupan konsonan berturut-turut di kecepatan itu memang bukan sesuatu yang dilakukan tempo bicara alami.
Sebagian elision sudah jadi permanen
Sebagian kombinasi ini sudah diulang begitu sering sampai elision-nya menjadi bentuk baku kamus. Diucapkan sendiri, pelan-pelan pun, bunyinya tidak akan kembali.
- handsome /ˈhænsəm/ — bukan /hændsəm/, d-nya memang tidak ada
- sandwich /ˈsænwɪtʃ/ — tidak ada d di tengah
- Wednesday /ˈwenzdeɪ/ — d pertama tidak pernah diucapkan
- friendship /ˈfrenʃɪp/ — d-nya juga sering lenyap
Kata-kata ini mengingatkan bahwa elision bukan pengecualian untuk bicara cepat — ini fitur tetap dalam sistem bunyi bahasa Inggris, hanya berbeda tingkat penerapannya.
Jenis kedua: vokal lenyap di dalam sebuah kata
Selain elision konsonan, ada juga elision vokal, atau syncope — vokal tak bertekanan yang memang tidak muncul dalam bicara alami, membuat kata itu punya suku kata lebih sedikit daripada yang tersirat dari ejaannya.
- chocolate /ˈtʃɒklət/ — dua suku kata, bukan tiga seperti kesan dari choc-o-late
- comfortable /ˈkʌmftəbl/ — bukan empat suku kata
- different /ˈdɪfrənt/ — vokal di tengah nyaris tidak muncul
- camera /ˈkæmrə/ — dua suku kata, bukan tiga
Ini sebabnya kata yang kamu eja suku kata demi suku kata selalu terdengar "lebih pendek" satu ketukan saat diucapkan penutur asli.
Cara melatihnya: kenali dulu, baru izinkan diri sendiri
Tidak ada daftar yang perlu dihafal — pola-pola ini akan meresap sendiri dengan cukup banyak paparan. Yang membantu adalah membangun ekspektasi: konsonan + t/d + konsonan biasanya berarti bunyi tengah itu bisu, dan kata panjang dengan beberapa vokal tak bertekanan berurutan biasanya berarti satu atau dua di antaranya akan mengempis. Saat berbicara, kamu juga tidak perlu memaksakan setiap simbol dalam transkripsi keluar utuh — justru itu yang terdengar tidak alami.
Bunyi mana yang sebenarnya lenyap dalam sebuah kalimat, dan berapa suku kata sebenarnya sebuah kata? PHONO memberi anotasi IPA untuk teks Inggris apa pun lewat kamera, lalu bandingkan langsung audio aksen Inggris dan Amerika. https://apps.apple.com/us/app/phono-english-phonetics-ipa/id6783243417