"Fan" atau "Han"? Kenapa /f/ dan /h/ Gampang Ketuker
Coba ucapkan fan lalu han dengan keras. Kalau kedengarannya nyaris sama, itu bukan soal telinga — dua bunyi yang lahir di tempat yang benar-benar berbeda di dalam mulut, /f/ dan /h/, sedang tercampur jadi satu.
Satu geseran terjadi di bibir, satu lagi jauh di tenggorokan
/f/ adalah frikatif labiodental: gigi atas menyentuh ringan bibir bawah, dan udara didorong lewat celah sempit itu. Geseran terjadi tepat di situ, di depan — kelihatan di cermin dan terasa di punggung tangan sebagai aliran udara yang terarah.
/h/ adalah frikatif glotal: bibir, lidah, dan gigi sama sekali tidak bergerak. Mulut sudah membentuk vokal berikutnya, dan geseran terjadi jauh di pangkal tenggorokan, di glotis. Intinya cuma hembusan napas yang terdengar, tanpa gerakan bibir sama sekali.
Kesan "berembus"-nya mirip, tapi tempat lahirnya jauh berbeda
- fat /fæt/ — hat /hæt/
- fair /feə/ — hair /heə/
- feel /fiːl/ — heal /hiːl/
- fill /fɪl/ — hill /hɪl/
- fold /fəʊld/ — hold /həʊld/
- fall /fɔːl/ — hall /hɔːl/
Coba pasangan ini di depan cermin. Untuk kata-kata /f/, gigi atas harus terlihat menyentuh bibir bawah. Untuk kata-kata /h/, bibir sama sekali tidak boleh bergerak — bunyinya keluar dari tenggorokan yang terbuka. Kalau bibirmu terlihat sama di kedua daftar itu, berarti dua fonem berbeda sedang diucapkan dengan gerakan yang persis sama.
Kenapa pasangan ini khusus rawan ketuker
Bahasa Indonesia sebenarnya punya /f/ dan /h/ sebagai fonem tersendiri, tapi keduanya sering "longgar" dalam praktiknya. Huruf h di awal kata kerap tidak diucapkan jelas dalam ragam bicara santai (hitam jadi terdengar seperti itam), sehingga telinga tidak terbiasa menuntut /h/ yang benar-benar berbunyi dari tenggorokan. Sementara itu, /f/ adalah bunyi yang relatif baru masuk lewat kata serapan — banyak kata lama menyerap bunyi asing /f/ sebagai /p/ (misalnya fikir yang dulu ditulis dan diucapkan pikir), jadi kontrol otot untuk /f/ belum sekuat bunyi asli. Dua kebiasaan ini bertemu dan membuat /f/ serta /h/ sama-sama terasa "boleh dilonggarkan", padahal dalam bahasa Inggris keduanya harus jelas berbeda.
Cara latihan: cek gerakan mulut dulu, baru percaya telinga
Jangan mulai dengan berusaha "mendengar" bedanya lebih teliti — mulai dengan mengecek apakah mulutmu benar-benar melakukan dua gerakan berbeda. Untuk kata /f/, pastikan gigi menyentuh bibir. Untuk kata /h/, pastikan bibir diam total dan bunyi keluar dari tenggorokan. Latih pasangan seperti fair/hair dan fill/hill bergantian, dengan vokal yang sama persis dan hanya mengubah gerakan awalnya. Begitu gerakannya konsisten berbeda, telinga akan menyesuaikan dengan sendirinya.
Ragu sebuah kata butuh geseran bibir /f/ atau geseran tenggorokan /h/? PHONO membaca teks bahasa Inggris apa pun lewat kamera dan menandai setiap kata dengan IPA, lengkap dengan audio Amerika dan Inggris untuk dibandingkan.