"She" bukan "se": bunyi /ʃ/ yang jarang dipakai dalam bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia menulis bunyi /ʃ/ dengan huruf "sy" (syukur, syarat), dan bunyi ini jarang muncul dibanding /s/ biasa. Karena huruf "sh" dalam bahasa Inggris tidak punya padanan visual yang familiar, banyak penutur bahasa Indonesia melafalkan she, shop, wish dengan /s/ biasa — she jadi terdengar seperti "se", padahal artinya berubah total.
/s/: ujung lidah dekat gusi atas, celah sempit
Ujung lidah didekatkan ke gusi di belakang gigi atas (tanpa menyentuh), membentuk celah sempit tempat udara keluar. Hasilnya adalah desisan tipis dan tajam.
- see /siː/, sun /sʌn/, bus /bʌs/, sip /sɪp/
/ʃ/: lidah ditarik ke belakang, bibir sedikit maju ke depan
Untuk /ʃ/, badan lidah ditarik lebih ke belakang dan sedikit lebih tinggi, membentuk saluran yang lebih lebar dan rata. Bibir membulat dan maju sedikit ke depan — persis gerakan bibir saat mengucapkan "sy" dalam syukur, hanya saja dalam bahasa Inggris huruf yang dipakai adalah "sh".
- she /ʃiː/, shop /ʃɒp/, wish /wɪʃ/, ship /ʃɪp/
Pasangan minimal yang mengubah arti sepenuhnya
- see /siː/ vs she /ʃiː/
- sip /sɪp/ vs ship /ʃɪp/
- sock /sɒk/ vs shock /ʃɒk/
- self /self/ vs shelf /ʃelf/
Cara melatihnya: setiap kali menemukan "sh" dalam tulisan Inggris, ganti dulu dalam pikiran dengan "sy" — she menjadi seperti "syi", shop seperti "syop". Mulut Anda sudah tahu cara membentuk bunyi ini dari kata syukur; yang perlu dilatih hanyalah mengenali huruf "sh" sebagai sinyal untuk bunyi yang sama.
Tidak yakin sebuah kata butuh /s/ atau /ʃ/? PHONO membaca teks bahasa Inggris apa pun lewat kamera dan menandai tiap kata dengan IPA, dengan audio Inggris dan Amerika untuk dibandingkan.