Huruf b pada "climb" tidak dibaca. Pada "number" dibaca. Di mana batasnya?
Banyak pelajar bisa mengeja climb, doubt, dan thumb tanpa masalah, tapi langsung ragu begitu harus mengucapkannya: huruf b yang tertulis itu, dibaca atau tidak?
Aturan 1: -mb di akhir kata — b selalu tidak dibaca
climb /klaɪm/, comb /kəʊm/, thumb /θʌm/, crumb /krʌm/, lamb /læm/, limb /lɪm/, bomb /bɒm/, tomb /tuːm/, numb /nʌm/, dumb /dʌm/. Pada semua kata ini, b berada tepat setelah m, dan m itu adalah bunyi terakhir dari kata atau akar katanya.
Ini bukan jebakan ejaan, melainkan jejak sejarah bunyi yang nyata. Climb berasal dari bahasa Inggris Kuno climban, yang b-nya memang diucapkan. Menjelang akhir periode Inggris Pertengahan, penutur berhenti repot-repot melafalkannya di akhir kata, dan bunyinya pun disederhanakan. Ejaannya tidak pernah ikut berubah. Huruf b yang kamu lihat sekarang adalah fosil dari cara kata itu diucapkan dulu, bukan petunjuk cara mengucapkannya sekarang.
Menambahkan akhiran pun tidak mengembalikannya: climbing /ˈklaɪmɪŋ/, bomber /ˈbɒmə/, numbness /ˈnʌmnəs/, plumber /ˈplʌmə/. Wajar kalau berpikir bahwa begitu ada vokal setelahnya, konsonan sebelumnya seharusnya muncul kembali — begitulah biasanya cara kerja penyambungan bunyi (linking) dalam bahasa Inggris. Tapi b ini sudah hilang dari pengucapan kata tersebut berabad-abad sebelum akhiran apa pun ditambahkan. Bunyi yang sudah tidak ada tidak bisa disambungkan kembali.
Jebakannya: kalau -mb tidak berada di akhir kata, b justru diucapkan
number /ˈnʌmbə/, chamber /ˈtʃeɪmbə/, timber /ˈtɪmbə/, amble /ˈæmbl/, tremble /ˈtrembl/, gamble /ˈɡæmbl/ — b pada semua kata ini diucapkan, tanpa kecuali.
Bedanya ada pada posisi, bukan pada ejaan. Pada climb dan thumb, b dulu berada tepat di ujung kata, tanpa apa pun setelahnya — posisi yang paling rawan disederhanakan dalam bahasa Inggris. Sementara pada number, chamber, dan timber, b selalu diikuti vokal dalam suku katanya sendiri. Ia tidak pernah terdesak ke ujung kata, jadi tidak pernah berisiko hilang.
Orang yang baru belajar aturan "mb di akhir = b diam" sering terlalu bersemangat menerapkannya dan malah menghilangkan b pada number juga, mengucapkannya seperti "nam-er". Koreksi berlebihan ini justru lebih terasa aneh daripada kesalahan aslinya — langsung ketahuan sebagai orang yang "baru saja belajar aturan".
Cerita lain: -bt, yang b-nya memang tidak pernah diucapkan sama sekali
debt /det/, doubt /daʊt/, subtle /ˈsʌtəl/, beserta doubtful dan subtlety, kelihatannya sekeluarga dengan climb, tapi sejarahnya justru sebaliknya. Kata-kata ini masuk ke bahasa Inggris dari bahasa Prancis tanpa bunyi b sama sekali — debt dari bahasa Prancis Kuno dette, doubt dari doute. Para cendekiawan zaman Renaisans kemudian menyisipkan huruf b ke dalam ejaan untuk menunjukkan asal-usul Latinnya (debitum, dubitare), padahal tidak ada yang pernah mengucapkannya. Di sini bukan bunyi yang hilang — huruf itu memang tidak pernah punya hak untuk diucapkan.
Cara berlatih: dua daftar, bukan satu aturan
-mb di akhir kata adalah pola nyata yang bisa diterapkan pada kata baru mana pun yang cocok. -bt adalah daftar pendek dan tertutup: hafalkan debt, doubt, subtle, beserta bentuk turunannya, dan itu praktis sudah semuanya. Yang benar-benar butuh latihan sadar adalah kelompok jebakan — number, chamber, timber, tremble — ucapkan keras-keras supaya b-nya tidak ikut menghilang bersama yang lain.
Tidak yakin apakah suatu huruf dalam kata benar-benar diucapkan? PHONO membaca teks Inggris apa pun lewat kamera dan menandai tiap kata dengan IPA, lengkap dengan audio Amerika dan Inggris untuk dibandingkan.